Rabu, 19 September 2012

jurnal kelompok 1 dan 6


Kelompok 1
REALITAS  CINTA DIMATA REMAJA PEREMPUAN
Subjek Penelitian
-          Perempuan, usia 18 tahun
-           Penonton/penikmat film Ada Apa Dengan Cinta dan film lain dengan gender remaja
Interpretasi
Sebagai anak remaja yang masih berusia 18 tahun, informan memang masih mengalami kelabilan dalam menentukan karakter dirinya. Secara psikologis, aspek kognitif dalam dirinya memang masih mengalami pancaroba, sebuah masa ketika dirinya masih mencari kepastian akan wujud dan jati diri. Sebagai remaja perempuan, ia masih rentan terhadap apa yang diberikan oleh media.
KESIMPULAN PADA JURNAL
Informan memiliki pengetahuan yang terbatas karena faktor usia, keluarga, sekolah, dan lingkunagn pergaulannya. Informan tergolong yang tidak melek media.
KESIMPULAN KELOMPOK
-          Pada Jurnal yang kami bahas, peneliti menggunakan metode penelitian studi kasus dimana terdapat teknik observasi. metode observasi yang digunakan di dalam jurnal ini adalah  observasi partisipasi.

Kelompok 6
POST TRAUMATIC GROWTH PADA PENDERITA KANKER PAYUDARA
            Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan mengguanakan paradigma fenomenologi. Menurut Moleong (2005), metode penelitian kualitatif dalam paradigma fenomenologi berusaha mamahami arti (mencari makna) dari peristiwa dan kaitan-kaitannya dengan orang-orang biasa dalam situasi tertentu.
Metode observasi dilakukan bersamaan dengan wawancara mengingat kedua metode ini saling mendukung dalam mendapatkan data yang diinginkan. Teknik pengamatan memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadiaan bagaimana yang terjadi pada keadaan yang sebenarnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam penelitian tersebut, hikmah yang dapat diambil adalah post traumatic growth atau pertumbuhan paska trauma yang signifikan timbul dari perjuangan dari krisis kehidupan yang besar antara lain: apresiasi peningkatan hidup, pengaturan hidup dengan prioritas baru, rasa kekuatan pribadi meningkat dan spiritual berubah secara meningkat dan spiritual berubah secara positif.
Kesimpulan
Berdasarkan pada pembahasan, dapat diketahui bahwa setidaknya terdapat 4 pertumbuhan pasca trauma atau (post traumatic growth) yang signifikan timbul dari perjuangan informan dalam menghadapi penyakit payudara ini, antara lain: peningkatan spiritualitas, positive improvement in life, proses sosial semakin tinggi, dan relasi sosial semakin baik.

Minggu, 16 September 2012

OBSERVASI DAN WAWANCARA

Psikodiagnostik III
Observasi dan wawancara.
Secara garis besar Observasi adalah proses penelitian dan memperhatikan tanpa adanya penilaian yang subektif sedangkan wawancara adalah proses tanya jawab lisan dua orang atau lebih secara langsung.
Dalam proses penelitian, observasi dan wawancara adalah proses yang paling dasar, namun dengan kata “dasar”nya ini, dua hal ini pula yang utama dan sangat penting. Mengapa sangat penting ? karna tanpa adanya observasi dan wawancara akan sangat sulit mendapatkan data yang benar-benar valid.  Mendengar, melihat, dan merasa adalah panca indra yang kita miliki yang juga dapat membantu jalannya observasi dan wawancara, namun dari berbagai panca indra yang kita miliki, visual/penglihatan adalah yang paling baik untuk proses mengobservasi.

OBSERVASI
Beberapa pengertian observasi menurut para tokoh :
1.      Menurut Black & Champion (2001)
observasi adalah mengamati dan mendengar perilaku seseorang selama beberapa waktu tanpa melakukan manipulasi dan pengendalian, serta mencatat penemuan yang memungkinkan atau memenuhi syarat untuk digunakan kedalam tingkat penafsiran analisis.
2.      Menurut Young (dalam Ahmadi, 2002)
observasi adalah suatu penyelidikan yang dijalankan secara sistematis, dan dengan sengaja diadakan dengan menggunakan alat indera (terutama mata) terhadap kejadiankejadian yang langsung ditangkap pada waktu kejadian itu terjadi.
3.      Menurut Usman dan Purnomo (2006)
Metode observasi dibagi menjadi enam teknik, yaitu :
a)      Observasi Partisipasi
adalah observasi yang dilakukan jika observer terlibat langsung secara aktif dalam objek yang diteliti.
b)      Observasi Nonpartisipasi
adalah observasi yang dilakukan jika observer tidak terlibat langsung secara aktif dalam objek yang diteliti.
c)      Observasi Sistematis
 adalah observasi yang sudah ditentukan terlebih dahulu kerangkanya, kerangka itu memuat faktorfaktor yang akan diobservasi menurut kategorinya.
d)     Observasi Nonsistematis
 adalah observasi yang belum ditentukan terlebih dahulu kerangkanya.
e)      Observasi Eksperimental
adalah observasi yang dilakukan terhadap situasi yang disiapkan sedemikian rupa untuk meneliti sesuatu yang dicobakan.
f)       Observasi Noneksperimental
adalah observasi yang dilakukan terhadap situasi yang belum disiapkan atau alami untuk meneliti sesuatu yang dicobakan.

Adapun metode-metode untuk observasi :
Ada teori
Ada object yang diteliti
Empiris
Terukur/fallid
Sistematis

WAWANCARA
Pengertian wawancara menurut para tokoh :
1.      Menurut Usman dan Purnomo (2006)
mendefinisikan wawancara adalah tanya jawab lisan dua orang atau lebih secara langsung. Percakapan ini dilakukan oleh dua pihak, yaitu Pewawancara yang disebut intervieuwer, sedangkan orang yang diwawancarai disebut interviewee.
2.      Menurut Denzin (dalam Black & Champion, 2001) mendefinisikan Interview atau wawancara adalah pertukaran percakapan dengan tatap muka dimana seseorang memperoleh informasi dari yang lain.

Datar pustaka
Black, J. A., & Champion, D. J. (2001). Metode dan masalah penelitian sosial. Bandung: PT. Refika Aditama.

Wicaksono, B. (2010). Jurnal; Kohesifitas suporter tim sepak bola persija.  Jakarta: Fakultas Psikologi Universitas gunadarma.

Usman, H., & Purnomo, S. A. (2006). Metodelogi penelitian sosial. Jakarta: Balai Pustaka.

Senin, 18 Juni 2012

Alat tes DISC


Alat tes DISC adalah sebuah alat untuk memahami tipe tipe perilaku dan gaya kepribadian, yang pertama kali dikembangkan oleh William Moulton Marston. Dalam penerapannya di dunia bisnis dan usaha, alat ini telah membuka wawasan dan pemikiran, baik secara professional maupun secara personal. Dalam tes DISC tersebut membagi 4 tipe perilaku individu ketika berinteraksi dengan lingkungannya, yakni  Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance. Ini merupakan suatu konstruksi yang cukup kompleks, dan tidak mudah digambarkan dengan satu kata saja, tetapi dapat dikelompokkan sebagai unsur ketegasan (assertiveness), komunikasi (communication), kesabaran (patience) dan struktur (structure). DISC merupakan model perilaku yang membantu setiap manusia memahami“mengapa seseorang melakukan apa yang  dilakukannya”. Disamping itu dinamika dimensi Dominance, Influencing, Steadiness, dan Conscientiousness pada setiap orang yang berbeda membentuk model DISC pribadi dan menggambarkan perilaku masing masing.
D = Dominant
Orang yang Dominant  tinggi akan bersifat asertif (tegas) dan langsung. Biasa nya mereka sangat independen dan ambisius. Dalam pemecahan masalahnya, tipe dominan ini melakukan pendekatan yang aktif dan cepat menyelesaikan masalah. Mereka ini orang yang cukup gagah, mereka sangat menyukai tantangan dan persaingan. Mereka dipandang orang lain sebagai orang yang berkemauan keras. Oleh karena itu mereka menginginkan segala sesuatu sesuai dengan kemauan mereka.
I = Influencing
Tipe Influencing ini senang berteman. Mereka suka menghibur orang lain dan bersifat sosial. Dalam penyelesaian masalah atau mengerjakan sesuatu, mereka banyak mengandalkan keterampilan sosial. Orang yang bersifat interpersonal ini senang berpartisipasi dalam kelompok dan suka bekerja sama. Keterbukaan sikapnya membuat orang lain memandang dirinya sebagai pribadi yang gampang bergaul dan ramah. Biasa nya pribadi seperti ini memiliki banyak teman. Tipe antarpribadi ini, tipe orang yang emosional karena mereka mudah mengungkapkan emosi kepada orang lain, emosional disini artinya bukan mudah marah, tetapi mudah mengungkapkan isi hatinya. Mereka lebih merasa nyaman berurusan dengan emosi daripada hal lain.
S = Steadiness 
Orang yang bertipe Steadiness ini adalah orang yang berkeras hati, gigih, dan sabar. Mereka mendekati dan menjalani kehidupan dengan memanfaatkan standar yang terukur dan stabil. Pada umumnya mereka tidak begitu suka kejutan. Pribadi mantap ini tidak banyak menuntut dan bersifat akomodatif. Mereka sangat ramah dan memperlihatkan kesetiaannya kepada mereka yang ada disekitarnya. Mereka sangat menghargai ketulusan. Orang yang bertipe mantap ini jujur dan mengatakan apa adanya dan berharap orang lain melakukan hal yang sama. Orang lain memandang mereka sebagai orang yang tenang, berhati hati dan konsisten dalam cara mereka menjalani kehidupan. Memiliki tingkat ketabahan yang luar biasa. Mereka dapat mempertahankan fokus dan kepentingan mereka dalam jangka waktu yang lama dibandingankan orang lain yang mampu melakukan.
C = Conscientiousness  
Teliti, begitu sebutan untuk tipe orang ini. Tipe teliti ini sangat tertarik pada presisi (ketelitian dan kecermatan) dan juga dengan akurasi (kecepatan). Mereka menyukai segalanya serba teratur dan jelas. Dan mereka sangat fokus terhadap fakta, maunya ada bukti. Orang tipe teliti ini sangat menghargai peraturan, mereka tidak suka melanggar peraturan. Dalam beraktivitas pun begitu, menggunakan sistematis dan aturan aturan agar semuanya terkelola dengan baik. Mengatasi konflik secara tidak langsung. Dihadapan orang lain, mereka dipandang pasif dan selalu mengalah. Kayak judul lagu aja selalu mengalah.
Berdasarkan pengalaman, DISC merupakan salahsatu tools atau alat yang cukup powerful untuk mengidentifikasi karakter kepribadian seseorang dalam waktu yang relatif singkat. Keahlian seseorang dalam membaca dinamika kepribadian yang tergambar pada grafik sisi kepribadian eksternal dan internal menjadi kunci akurasi analisanya. Termasuk di dalamnya mengenali kecenderungan seseorang dalam memanipulasi jawaban pada kuesioner yang diberikan.

Tes Minat dan Bakat


Setiap orang memiliki kemampuan serta potensi yang unik dan berbeda-beda. Kedua hal tersebut merupakan beberapa faktor penting yang dapat membantu kita dalam mencapai tujuan dan keberhasilan dalam kehidupan. Namun ada kalanya kita sendiri bingung apa yang sebenarnya menjadi potensi dan kemampuan kita yang menonjol. Hal ini dapat diatasi dengan melakukan Tes Minat & Bakat, sebagai salah satu cara untuk menampilkan profil psikologis yang akan menggali potensi kecerdasan umum, kemampuan khusus individu, minat, bakat, serta kepribadian. 
Tes minat dan bakat selama ini cenderung mengarah pada tes kecerdasan akademis, yang mengarahkan seseorang pada pilihan kemampuan akademiknya. Sementara itu, bidang bidang studi atau jurusan yang ada sekarang semakin banyak dan berkembang. Tes bakat itu akan melihat kemampuan atau potensi kecerdasan umum seseorang, berupa kemampuan berpikir logis atau nalar, dan semua akan terukur. Selanjutnya nanti dari kemampuan penalaran itu bisa diukur lagi, apakah kemampuan nalar itu lebih mengarah ke visual atau abstrak, apakah kelebihannya pada kemampuan matematika atau sosial misalnya.
Dan yang tidak  kalah penting dari tes minat bakat itu kemudian juga bisa terukur kemampuan kemampuan khusus. Seperti kelebihan khusus di bidang bidang yang bersifat administratif atau sebaliknya yang membutuhkan kreatifitas tinggi. Nanti akan muncul gambaran profil yang bisa disesuaikan dengan kepribadiannya dan kemudian akan digabungkan kedua duanya, semisal apakah seseorang itu berkepribadian introvert atau extrovert. Dari penggabungan pengabungan potensi umum dan khusus itulah bisa diperkirakan peminatan individu ini akan ke mana.
 Tes Minat & Bakat berfungsi untuk meminimalisasikan kesalahan penempatan seseorang dengan menggali potensi-potensi di dalam dirinya, sehingga dapat mengarahkan dirinya ke tempat yang sesuai dengan minat serta kemampuannya. Intinya,setiap orang adalah “the right person”  yang punya potensi unik masing masing.

Alat ukur tes psikologi


Alat ukur dalam Psikologi terbagi dalam 2 jenis yaitu : Inventori  dan Sikap, keduanya termasuk dalam bagian ilmu Psikologi yaitu Psikometri
·         Alat itu disesuaikan dengan masing masing tingkat usia dan fase perkembangan yang sedang dilaluinya, serta disesuaikan pula dengan maksud dan tujuan dari dilaksanakannya sebuah tes
·         Pengukuran dilakukan untuk membandingkan kualitas dan kompetensi setiap individu, dalam hal ini bisa dilakukan intervensi dalam tes, yang biasanya dilakukan untuk tujuan keilmuan / pengetahuan.
1.       metode kuantitatif  bila ditujukan untuk sebuah penelitian yang sifatnya bersama atau keseluruhan
2.      metode kualitatif  untuk yang sifatnya khusus

KSAO adalah salah satu alat ukur yang dapat mencakup banyak hal.

·         Knowledge bisa diukur dengan cara diuji pertanyaan. (ex : pengetahuan umum)
·          Skill itu berupa ketrampilan (ex : membaca, menulis, dan pengetahuan umum).
·         Attitude  adalah tentang sistematika kerja, kecepatan kerja, ketekunan, daya tahan, achievement, orientation ---à kemampuan beradaptasi dengan kerja.
Sikap belum tentu mencerminkan kepribadian.
·         Others  mencakup banyak hal, didalamnya bisa terdapat suatu pengalaman dan keterampilan berbeda yang dimiliki individu.

Personality itu sifatnya Continuum ----à sesuatu yang tidak terputus. Semakin seseorang introvert maka pada saat berada di keramaian dia akan menghilang karena tidak nyaman. jika ia berada dalam kondisi  ‘garis tengah’ maka ia masih bisa bertoleransi dengan situasi yang ada, yaitu menyediakan waktu bagi sosialisasi dan bagi dirinya sendiri.